Pengaruh Virus Corona Terhadap Bisnis Kargo Laut di Indonesia

pengaruh virus corona terhadap perkembangan bisnis logistik

Seperti yang kita ketahui saat ini dunia sedang digemparkan oleh berita penyebaran virus corona di China. Hal tersebut membuat sejumlah aktivitas logistik Internasional mengalami keterlambatan waktu dan penurunan ekspor-impor karena penundaan penerbangan sementara dari dan menuju ke China, benarkah begitu? Simak ulasannya berikut ini. 

Apa itu Virus Corona? 

Corona virus atau yang dikenal dengan Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV)  adalah kumpulan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. 

Penularannya sangat cepat sehingga termasuk virus yang berbahaya. Selain itu, penyebaran virus ini sudah sampai di negara selain China. Gejalanya berupa infeksi pernapasan berat, seperti  batuk berdahak, demam tinggi bahkan berdarah, nyeri dada, dan sesak nafas. 

Dikutip dari news.detik.com, bentuk virus corona masih bersaudara dengan penyebab virus Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Bentuknya seperti mahkota yang ditandai adanya protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus. Bisa dibayangkan, betapa bahayanya virus ini jika menular pada bayi dan orang lanjut usia. 

Bagaimana Pengaruh Virus Corona Terhadap Bisnis Kargo Laut di Indonesia?

1. Penurunan Ekspor

Salah satu akibat dari penyebaran virus corona ini ternyata mengakibatkan penurunan ekspor seperti yang dikemukakan  Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita dalam finance.detik.com, penurunannya mencapai angka 30-40%. Dampak penurunan ekspor ini paling mempengaruhi komoditas hasil laut Indonesia seperti ikan segar ke China. 

2. Keterlambatan Pengiriman Barang

Tindakan penutupan akses pengiriman kargo udara dan laut ini adalah sebagai upaya untuk antisipasi penyebaran virus corona. 

Dampak selanjutnya yaitu sudah pasti adalah terlambatnya pengiriman barang. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan tidak sampai dialami oleh pemain logistik untuk pengiriman domestik.

Tidak hanya di situ saja, efek domino ini juga turut berdampak pada mitra lain yang menyediakan berbagai kebutuhan pengiriman barang, seperti perusahaan palet plastik, perusahaan penyedia bahan bakar, perusahaan penyedia alat keselamatan kerja, dsb.

Untuk itulah, Pemerintah Indonesia perlu mengeluarkan yang bisa mengakomodasikan kepentingan export dan import barang agar bisa tetap steril dan bebas virus COVID-19.