Mengetahui Cara Kerja Differential Pressure Flow Meter

Dalam pengukuran fluida, tak ada alat yang lebih penting untuk melakukan tugas ini selain flow meter. Di Industri-industri perminyakan seperti industri olefin, oil rig bahkan untuk sekelah industri pengolahan air minum membutuhkan alat ini.

Fill Rite Flow meter memainkan peran penting sebagai alat untuk menentukan kuantitas dan kualitas bahan baku (hulu) hingga ke produk (hilir). Flow meter mempunyai banyak sekali jenis, ukuran dan model, pemilihannya kadang disesuaikan dengan kebutuhan perancangan proses terlebih untuk budget pada saat perancangan prosesnya. Disaat pemilihan flow meter kurang tepat, biasanya akan menimbulkan ketimpangan pada neraca biaya atau bahkan dari mutu produk yang dihasilkan akan terpengaruh.

Jika mengamati cara kerja flow meter  yang beragam, biasanya seorang engineer akan memperhatikan aspek-aspek berikut ini dalam menentukan jenis flow meter yang akan digunakan, yaitu : jenis fluida , densitas fluida, temperatur, keasaman cairan, tekanan operasi, bahkan clarity fluida. Dari sekian banyak faktor tersebut, biasanya ada satu jenis flow meter yang bisa menangani masalah pembacaan laju alur fluida dengan sangat presisi, yaitu differential pressure flow meter.

Tentang Differential Pressure

Differential Pressure adalah kondisi dimana fluida mengalami perbedaan tekanan saat ia mencapai titik penuh. Differential pressure (DP) flow meter adalah yang paling banyak digunakan. Diperkirakan hampir 50% flow rate fluida di seluruh dunia diukur menggunakan metoda ini.

Prinsip operasi DP flow meter berdasarkan pada pemikiran bahwa pressure drop diantara meter adalah sebanding dengan kuadrat dari flow rate. Pengukuran pressure drop sendiri dilakukan dengan menggunakan primary element, yang menyebabkan perubahan energi kinetik pada pipa.

Cara kerja Differential Pressure Flow Meter

Karena memanfaatkan beda tekanan pada fluida yang memenuhi setiap segment pipa, maka Differential Pressure Flow meter memiliki mekanisme yang sangat sederhana. Jika kita perhatikan, setiap differential flow meter memiliki bagian orifice yang berfungsi untuk mengerjakan pembacaan beda tekanan, sebagaimana terlampir dibawah ini :

Ada 3 jenis orifice yang dikenal luas, yaitu: concentric, eccentric, dan segmental. Concentric adalah yang paling umum dipakai pada clean fluids. Sangat cocok untuk aplikasi pengukuran gas, steam, clean hydrocarbon dan chemical. Sedangkan Eccentric design digunakan pada pengukuran liquida mengandung gas. Letak lubang secara eccentric memberikan jalan agar gas dapat lewat dengan bebas. Dan Segmental design digunakan pada pengukuran liquida mengandung solid. Posisi lubang di bawah akan memberikan keleluasaan partikel solid melewatinya walau kondisinya vacuum.

Baca juga tentang Vacuum Suction Cup

Perbedaan tekanan upstream dan downstream orifice disalurkan melalui tap pada pipa (pipe tap) atau flange (flange tap). Jarak tap untuk kedua sistem adalah sebagai berikut :
Flange tap : 1” upstream dan downstream
Pipe tap : 2.5D upstream dan 8D downstream (D=diameter pipa)
Kedua tap harus berukuran sama dan disalurkan memakai tubing berukuran ¼” untuk clean service, dan minimum 0.4” untuk steam service.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *