Menelisik Mana Yang Lebih Baik, Palet Kayu Atau Plastik

Pallet Kayu atau Plasti, mana yang lebih baik?

Material handling merupakan sebuah prioritas dalam sebuah pabrik, terutama untuk mereka yang memproduksi barang dengan ketentuan higienitas terhadap bahan baku dan bahan jadinya. Di tambah beberapa pabrik diminta untuk menjaga kebersihan area produksinya dengan menerapkan lantai epoxi yang menjadi indikator apakah sebuah proses di jalankan dengan aman dan bersih.

Salah satu cara yang digunakan oleh industri untuk memenuhi standar ini adalah dengan memasang pallet untuk menyimpan bahan baku hingga hasil produk. Bukan tanpa alasan, penggunaan pallet ini mampu memudahkan transportasi jika menggunakan Fork Lift dari satu area kerja ke tempat lain yang menjadi satu unit kerja.

Pallet Kayu atau Plasti, mana yang lebih baik?

Bentuk palet yang terdapat di pasaran ini terbagi menjadi 2 jenis, ada yang menggunakan bahan kayu dan ada yang menggunakan bahan plastik. Terkait mana yang lebih baik digunakan untuk sebuah produksi di sesuaikan dengan keadaan. Karena kedua bahan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang menjadi pertimbangan. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain :

  1. Kekuatan bahan
  2. Nilai ekonomis
  3. Persyaratan atau regulasi pemerintah setempat.

Di beberapa daerah harga sebuah pallet akan berbeda-beda. Karena tidak semua daerah bisa memproduksi kayu dalam jumlah banyak. Kayu yang digunakan untuk memproduksi pallet kayu tidak sembarangan, walau ada yang beranggapan bahwa menggunakan kayu sengon sangat murah, namun kekuatan nya tidak bisa diandalkan. Selain harga, tentu regulasi pemerintah sekitar terkait penggunakan material dan bahan yang ramah lingkungan sangat menjadi prioritas agar tidak mencemari lingkungan.

Baca http://bandunglife.com/trend-modifikasi-kayu-pallet-untuk-meja-kedai/

Dari sekian banyak alasan tersebut, kami merangkum kelebihan dan kekurangan untuk masing-masing bahan pallet yang hendak anda gunakan.

Kelebihan Pallet Kayu

Di tinjau dari bahannya, palet kayu lebih ramah lingkungan dan mudah untuk di daur ulang. Beberapa jenis kayu yang biasa di gunakan untuk dibuat pallet adalah kayu sengon, kayu merangi dan kayu kelapa. Ketiga bahan kayu ini mudah didapatkan di seluruh pelosok Indonesia.

Beberapa Industri yang sering menggunakan palet ini seperti perusahaan food and beverages, textile dan manufaktur. Mereka menggunakan bahan ini karena kayu mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan dan bisa dijadikan indikator. Misalkan untuk sebuah industri makanan, jika gudang penyimpanan memiliki suhu yang lebih lembab atau kering, maka kayu akan mudah terlihat perubahan warna.

Kekurangan Pallet Kayu

Karena sensitif terhadap perubahan iklim lingkungan, pallet kayu terkadang mudah sekali berjamur dan menjadi tempat tinggal hewan pengerat, dan jelas ini bukan sebuah hal yang di Inginkan oleh beberapa industri food and beverages. Selain itu kayu juga memiliki masa pakai yang singkat, tidak bisa di simpan di area kerja yang sering dilalui manusia.

Kelebihan Pallet Plastik

Di bandingkan dengan kayu, plastik merupakan material yang mudah di dapatkan dari manapun. Membuat pallet dari bahan plastik akan mudah di temui. Selain itu, pallet plastik bisa di atur kekuatannya, sehingga bisa di temui berbagai macam pallet dengan ketebalan dan kekuatan yang berbeda-beda untuk beragam kebutuhan sesuai dengan kondisi lapangan.

Kelemahan Pallet Plastik

Karena bahannya yang terbuat dari plastik, menjadikan pallet ini tidak ramah lingkungan setelah rusak. Hingga saat ini masih belum ada solusi untuk mendaur ulang pallet plastik yang sudah rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *