Ganggu Konsentrasi, Rokok Elektrik Bisa Bahayakan Kemudi Anda

bahaya merokok

Konsentrasi dan fokus memang sangatlah dibutuhkan saat mengemudi. Utamanya saat harus melintasi jarak yang cukup jauh dengan durasi perjalanan yang sangat lama. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh para pengemudi saat ingin mengusir penat dan kantuk selama di balik setir. Mulai dari mengobrol, mendengar musik hingga merokok.

Namun bagaimana jadinya justru upaya mengusir suntuk tersebut justru mengundang resiko lain yang dapat membahayakan perjalanan hingga nyawa? Tanpa disadari, banyak pengemudi yang sangat dekat dengan resiko ini.

Merokok merupakan salah satu resiko paling nyata dan paling dekat dihadapi oleh para pengemudi  maupun penumpang mobil. Kini, tak hanya menghisap rokok kretek, masyarakat juga terbiasa dengan rokok elektrik alias vape. Dan kebiasaan ini meningkatkan resikonya jika dilakukan dalam mobil.

Seperti yang diketahui bahwa asap alias uap yang dapat dikeluarkan oleh vape bisa sangat tebal dan pekat. Bahkan banyak pula yang merubah asap ini menjadi bentuk-bentuk tertentu karena memang tingkat kepekatannya yang melebihi asap rokok kretek.

Baca juga artikel lainnya: Pengemudi Baru Harus Pastikan 4 Hal Berikut Ini

Saking pekatnya, asap ini juga dapat mengganggu pandangan pengemudi yang seharusnya tidak boleh terlepas pandangannya dari arah-arah yang wajib diawasi. Walaupun asap ini terbilang lebih cepat menghilang ketimbang asap rokok konvensional, nyatanya ia tetap mengurangi pandangan ketika mengemudi.

Tak hanya pandangan yang berkurang, tak jarang konsentrasi juga justru terbagi. Seperti yang diketahui bahwa kehilangan konsentrasi saat mengemudi semacam ini sangat berisiko mengakibatkan insiden kecelakaan. Hal ini lebih dikarenakan visibilitas pengemudi yang terganggu asap dari vape.

Sebenarnya vaping ini hanya menghasilkan asap yang berupa uap yang masih bisa diatasi dengan mudah jika Anda mau membuka kaca jendela mobil. Hal ini dilakukan untuk membuat angin membantu menghilangkan uap vape tersebut dengan segera. Sirkulasi udara yang baik akan membuat uap vape ini keluar atau menghilang seketika. Meskipun mengurangi sensasi vaping.

Melakukan vaping di dalam mobil sebenarnya juga tidak dianjurkan. Hal ini karena uap tersebut dapat merusak komponen yang peka terhadap uap semacam ini. menghisap vape dalam mobil yang tertutup dapat membuat kaca mobil menjadi berkabut. Kabut di kaca bagian dalam ini dipicu oleh residu yang tertinggal dari uap yang dikeluarkan dan menempel ke kaca mobil.

Lain halnya dengan rokok kretek. Ada beberapa kasus yang dipicu oleh pengemudi yang merokok, mulai dari bara api yang jatuh ke baju, celana hingga kaki yang membuat pengemudi panik. Ada pula kasus dimana abu rokok tertiup angin dan mengenai mata. Seorang pengemudi yang merokok tak jarang membuka kaca jendela lalu membuang puntung rokok ke jalan. Hal ini bisa saja menjadi masalah bagi pengemudi lain yang ada di belakangnya.

Inilah alasan mengapa rokok, baik elektrik dan kretek memiliki resiko tersendiri yang perlu dipertimbangkan oleh setiap pengemudi yang memiliki kebiasaan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *