Bagaimana Sistem Rotogravure Printing Indonesia ?

Bagaimana Sistem Rotogravure Printing Indonesia ?

Rotogravure printing Indonesia merupakan sebuah teknologi yang digunakan dalam hal percetakan di Indonesia. Dan dengan teknologi rotogravure ini menjadikan media yang dicetak menjadi lebih fleksibel. Hal ini tentu dikarenakan dalam rotogravure menggunakan bahan cetak yang fleksibel. Bahan yang digunakan dapat berbagai macam yaitu dengan jenis aluminium maupun PVC ( Poli Vinyl Chloride ) yang nantinya bahan dicetak dalam bentuk sebuah gulungan. Tetapi hasil cetakan dari rotogravure ini tidak bisa langsung dilihat karena harus melalui beberapa proses lanjutan agar hasilnya sempurna. Beberapa media yang bisa dibentuk adalah kemasan makanan, obat – obatan, label botol dan juga tutup gelas plastik. Bukan hanya itu saja, tetapi dengan teknik rotogravure ini dapat digunakan untuk melakukan produksi sebuah cover majalah dan lainnya. Untuk teknik pembuatan kemasan makanan diperlukan beberapa tahap lanjutan ketika nantinya produk kemasan bisa digunakan. Dan beberapa tahap tersebut antara lain adalah

Proses Lanjutan

Proses lanjutan yang dilakukan adalah melakukan pelapisan media yang sudah dicetak dengan mesin laminasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan juga menjadikan hasil cetakan tahan lama. Setelah itu, menempelkan lapisan berupa metalize yang berupa campuran antara bahan plastik dengan bahan aluminium. Ini berguna untuk meningkatkan bahan semakin padat dan juga hasil semakin halus.

Pengeringan

Lapisan yang sudah digunakan atau diaplikasikan kepada gulungan sebelumnya, selanjutnya dilakukan pengeringan terlebih dahulu. Proses pengeringan diusahakan tidak terlalu panas agar tidak merusak gulungan yang sudah dibentuk.

Pemotongan

Setelah gulungan mengering, selanjutnya menuju mesin pemotong atau biasa disebut dengan mesin slitter. Pemotongan dilakukan sesuai dengan ukuran panjang dan lebar yang sudah dipesan oleh produsen.

Pemilihan Rotogravure

Ketika akan menggunakan proses cetak rotogravure ini tentu harus memutuskannya dengan benar. Karena ada beberapa kekurangan yang ada pada teknik rotogravure ini, yaitu adalah kualitas gambar yang tidak terlalu bagus dan tajam serta tekstur yang tidak lembut. Sementara itu, ketika akan mencetak sebuah tulisan akan terlihat kasar karena susunan tulisan yang dibuat berupa susunan dasar yang terbentuk dari rangkaian dot atau titik. Untuk itu, lebih disarankan untuk memilih teknik rotogravure ketika akan mencetak sebuah kemasan.

Dasar Rotogravure dan Berkembang

Dalam perkembangannya, rotogravure printing Indonesia ini sudah berkembang menjadi sebuah industri yang menjadikan sebuah bahan dasar menjadi sebuah barang jadi. Dan ini merupakan sebuah hal yang dapat dikembangkan lagi nantinya. Tetapi pada awal pembuatannya tentu harus melalui beberapa tahapan dasar yang harus dilakukan atau dilakukan. Yaitu adalah muali dari desain. Karena dengan adanya desain, sebuah produk akan bisa dibentuk dan juga bisa dinilai apakah memang desain yang ada dapat menjadikan ketertarikan konsumen. Sehingga nantinya dengan kemasan yang baik, di dalamnya juga memiliki kualitas yang memang layak. Dan nantinya diharapkan bagaimana Rotogravure printing Indonesia dapat berkembang secara pesat.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>